Sabtu, 15 Januari 2011

MALAH MASUK KE LUBANG BUAYA + KANDANG SINGA

Masih cerita lama, yang baru saya post.

Hari Sabtu (03/07/2010) lagi-lagi saya jalan-jalan pagi. Kali ini bersama bapak saya dan kami bertiga melalui rute yang berbeda. Kami lewat rute kampung. Dan setiap kali memulai perjalanan, selalu ada satu pertanyaan dai saya.

S: ada ANJING nggak?

I: kalo yg sekarang enggak mbak

Memang kemarin, saat kejadian TANTE KARPET itu, saya dan ibu saya melalui kampung dan di situ ada anjing tapi si anjing ini masih kecil jadi nggak terlalu takutlah. Sudah gitu malah si anjing yang ngacir waktu saya dan ibu saya lewat. Hahaha..

Sekarang kembali ke cerita awal..

Saat mulai memasuki kampung, perjalanan masih aman meskipun jalan di Balikpapan naik turun. Saya masih menikmati perjalanannya. Tapi begitu di pertengahan jalan, ada suara yang saya takutkan sejak awal.

A: guk..guk..guk..

S: (mulai ketakutan) katanya nggak ada anjing!?

Bapak saya (B): anjingnya lho di bawah sana, jauh jauh mbak.

S: (harap-harap cemas)

Dan saya mulai santai, dan berharap si anjing itu tatap di bawah. Tapi lagi-lagi suara itu datang dan arahnya dari atas saya.

S: (melihat ke atas, dan ketakutan)

Meskipus si anjing di rantai, tapi tetap saja saya berada di bawahnya dan bisa saja si anjing loncat. *mikir yang aneh-aneh*

Untunglah saat itu sudah hampir sampai jalan raya dan saya bisa terhindar dari si anjing itu. Tapi ketika saya mulai turun menuju jalan raya, ada sebuah rumah di ujung dari kampung itu. Daaaaannnn….

A: GUK!

S: WHOO! (dan langsung menoleh ke arah datangnya suara. Jarak saya dan anjing cuma beberapa cm)

I: hahaha (tertawa bahagia)

B: (jalan duluan di depan dan nggak ngurusi anaknya yang ketakutan)

S: (masih curi-curi arah ke arah rumah yang ada anjingnya itu, dan melihat betapa banyaknya anjing yang ada di sana. Si anjing itu juga berjejer di depan rumah itu. Dan rasanya saya ingin lari mendahului bapak saya)

Saya sempat menghitung ada berapa anjing yang berjejer di sana, kira-kira ada 6. WOOOOOWWW!!

Saya cuma mikir, tu orang yang melihara kok betah tinggal sama anjing sebanyak itu. Orang tua saya juga malah memasukkan saya ke lubang buaya++ +kandang singa+lubang buaya+sarangnya anjing. Setelah itu, saya cukup trauma melewati jalan-jalan di komplek rumah dinas bapak saya ini.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar